RECAP ITB PRESS SHOW BULAN JANUARI 2024

Januari asik, ngobrolin sosial media sampai buku musik. Dari yang esensial sampai yang estetik, semuanya menarik dan bisa literate people simak di kanal youtube ITB Press TV

Bulan Januari 2024 ini ITB Press Show kembali digelar dengan narasumber dari berbagai profesi, serta tema pembahasan yang menarik untuk dibahas lebih jauh dan mendalam. ITB Press Show sendiri merupakan sebuah platform yang dapat digunakan oleh mahasiswa dan masyarakat umum untuk meningkatkan kertertarikan dan kemampuan dalam bidang literasi. Platform ini menyediakan beragam konten literasi, seperti talk show, bedah buku, podcast, diskusi, dan live music yang dapat diakses secara gratis melalui kanal youtube ITB Press TV serta Spotify ITB Press Show.

Dimulai pada tanggal 12 Januari 2024, ITB Press Show dibuka dengan menghadirkan tema tentang seluk beluk media online, yang mengerucut pada pembahasan seputar Bandung sebagai menu utamanya. Didaulat sebagai narasumber ada Hadi Muliananda atau akrab disapa Kang Mong yang merupakan founder dari media online folkbdg.

Dipandu oleh Duta Multikampus ITB, Ghifari Jauhar Yajri, ITB Press Show episode ini mengulas lebih jauh tentang latar belakang Kang Mong serta alasan utamanya mendirikan media folkbdg. Ada banyak tema menarik seputar Bandung yang kemudian memancing ketertarikan khalayak banyak karena folkbdg tidak hanya menyajikan konten menarik seputar Bandung, tapi juga membuka ruang diskusi untuk warga Bandung menyuarakan pendapatnya tentang Bandung.

Bandung dengan semua lebih dan kurangnya kemudian ditangkap oleh folkbdg menjadi sebuah konten yang tidak hanya menghibur, tapi juga mengedukasi lewat kritik dan masukan dalam kontennya. Uniknya, banyak kritik dan masukan yang dilayangkan folkbdg lewat kontennya dikemas secara santai dan bahkan tidak jarang mengetengahkan humor di dalamnya. Hal ini kemudian sanggup memancing interaksi seru antara folkbdg dengan pengikutnya, hingga tidak heran jika folkbdg mendapat tempat di hati warga Bandung dengan 129 ribu follower instagram. Selain itu, yang tidak kalah menarik adalah ketika membahas tentang kepiawaian Kang Mong sebagai content creator dan social media specialist yang mampu mendapatkan 25 juta views instagram dan tiktok dalam waktu satu bulan. Tentu hal ini menjadi insight menarik bagi literate people yang menyaksikan ITB Press Show ini.

Lanjut pada tanggal 17 Januari 2024 ITB Press Show mendatangkan Dimas Wijaksana sebagai narasumbernya. Pada episode ini ITB Press Show mengangkat tema “Menilik Lirik Berbahasa Indonesia”. Dimas sendiri dikenal sebagai musisi yang tergabung di tiga grup musik berbeda, dari mulai Mr Sonjaya, Bendi Harmoni, serta Syarikat Idola Remaja.

Menggaris bawahi grup musik Syarikat Idola Remaja. Pencapaian grup ini terbilang mentereng ketika mereka berkolaborasi bareng Iwan Fals di lagu berjudul “Bagimu”. Sedangkan Dimas sendiri didaulat sebagai salah satu pencipta lagu untuk album Iwan Fals berjudul ‘Pun Aku’. Dimas berkontribusi membuat lagu berjudul “Kata Siapa Cinta Itu Menyakitkan”.

Sederet pencapaian yang diraih Dimas menjadi satu hal menarik untuk diulas lebih jauh dan mendalam di episode ITB Press Show episode ini. Pembahasan menjadi semakin menarik karena pada episode ini dipandu oleh Hariz Lasa yang juga berprofesi sebagai musisi. Hariz mengaku bahwa dalam beberapa karyanya dia dipengaruhi oleh lagu-lagu yang ditulis Dimas, khususunya di katalog karya Mr Sonjaya. Dengan tema “Menilik Lirik Berbahasa Indonesia” keduanya saling bertukar pandangan tentang keunikan menulis lagu berbahasa Indonesia, serta apa saja yang bisa ditangkap sebagai tema menarik dalam menulis lirik berbahasa Indonesia.

Sehari setelahnya, tepatnya pada hari Kamis, 18 Januari 2024 ITB Press Show berlanjut dengan mendatangkan Prabu Pramayougha sebagai narasumbernya. Pada episode ini ITB Press Show mengangat tema “Buku Musik, Masihkah Dilirik?”. Pembahasan ini menjadi berbanding lurus dengan Prabu yang merupakan seorang penulis yang merilis buku berjudul “Dont Read This” (Catatan Melodic Punk Bandung Dari Masa ke Masa).

ITB Press Show episode ini dipandu oleh Ilham Fadhilah yang merupakan seorang jurnalis dari media Consumed. Ilham mengulik lebih jauh soal latar belakang Prabu sebagai seorang musisi yang punya ketertarikan berlebih dengan genre musik melodic punk, atau dikenal juga dengan istilah punk bernyanyi. Cerita berawal ketika Prabu dikenalkan pada band melodic punk asal Bandung, Sendal Jepit oleh seseorang yang dikenalnya di sebuah studio musik di Soreang, Kab. Bandung. Perkenalan dengan band Sendal Jepit itu ternyata menjadi gerbang Prabu mengenal dan mengulik lebih jauh tentang melodic punk ini. Kecintaannya pada genre musik ini kemudian diaplikasikan Prabu lewat bandnya yang bernama Saturday Night Karaoke. Dari sana Prabu mulai aktif bermusik dan berada pada circle atau ceruk musik semacam ini, hingga lama bergeliat di ranah musik, Prabu akhirnya berinisiatif merilis buku ini.

Yang kemudian menjadi bahasan menarik dari episode ini adalah tentang paparan Prabu soal tips & trick menulis buku, di mana hal tersebut harus dimulai dari sesuatu yang kita suka terlebih dahulu. Dalam konteks buku yang ditulis Prabu, hal tersebut berhubungan erat dengan melodic punk yang memang disukai dan dikenal Prabu secara mendalam, hingga pada proses penulisannya pun menjadi menyenangkan, karena Prabu menulis sesuatu yang dia sukai.

Lalu tentang tema “Buku Musik, Masihkah Dilirik?” Prabu menjawab hal tersebut cukup erat dihubungkan dengan sesuatu yang nostaljik, sebagai sebuah sarana ‘hiburan’ bagi penikmatnya. Hal ini terbukti dengan banyaknya pecinta musik melodic punk yang merasakan romansa tersendiri ketika membaca buku ini, karena Prabu mengangkat era dimana mereka (para pecinta melodic punk) berkelindan dengan era remaja mereka. “mungkin bisa dibilang melodic punk ini menjadi manifesto anak muda ketika itu, hingga tidak heran jika saat itu musik semacam ini menjadi begitu popular”, ujar Prabu.

Simak obrolan ketiga narasumber di atas melalui kanal Youtube ITB Press TV. Selain mereka ada banyak lagi narasumber lainnya yang tidak kalah menarik untuk disimak. Pastikan kalian berlangganan kanal youtube ITB Press TV agar tidak ketinggalan konten-konten menarik seputar literasi, musik, dan berbagai macam lainnya yang menarik untuk diangkat ke permukaan.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *