Orasi Ilmiah Guru Besar Institut Teknologi Bandung: Pengembangan Teknologi Pengendalian Lingkungan Termal Bangunan dan Kawasan Perkotaan

Penulis: Prof. Surjamanto Wonorahardjo
Reviewer: Prof. Elfahmi

Penerbit: ITB Press

ISBN: 978-623-297-390-9
e-ISBN: 978-623-297-391-6 (PDF)

Sinopsis

Pengembangan teknologi lingkungan binaan menjadi tanggung jawab kita bersama, bukan hanya untuk kemudahan dan kenyamanan manusia tetapi juga menjamin keberlanjutan lingkungan binaannya. Oleh karena itu kita wajib memberikan arah dan menjaganya agar tetap memberikan jaminan lingkungan hidup yang baik bagi generasi mendatang. Tulisan ini berisi evaluasi terhadap teknologi bangunan konvensional serta arah dan lingkup perkembangannya khususnya untuk lingkungan termal, baik pada lingkup bangunan maupun kawasan perkotaan.  

Perkembangan teknologi bangunan gedung diawali oleh penemuan material bangunan seperti beton, baja, batu bata, kaca, plastik, dan kompositnya. Pengembangan teknologi material dikendalikan oleh kebutuhan kekuatan, kekakuan untuk komponen-komponen bangunan seperti kolom, balok, dinding dan lantai. Perkembangan sifat-sifat mekanik dari material tersebut mendukung struktur bangunan untuk menghasilkan kualitas ruang dan bangunan yang lebih baik bagi penggunanya. Dari sudut pandang ekonomi dan industri konstruksi, perkembangan material bangunan tersebut sangat mendorong pertumbuhan ekonomi. Tercatat indeks pertumbuhan ekonomi dari sektor industri komponen bangunan seperti kaca, metal sheet, beton pracetak sangat berperan dalam pembangunan ekonomi.  

Dimensi sosial dan budaya juga mewarnai industri komponen bangunan dengan menghadirkan berbagai pilihan kualitas dan tampilan untuk keramik, kaca, panil dinding dan lain-lain. Untuk menjamin keberlanjutan lingkungan binaan, perkembangan teknologi komponen bangunan harus menjamin daya dukung lingkungan tidak dilampaui. Salah satu emisi yang belum banyak disadari adalah limbah kalor yang dikeluarkan oleh komponen dan bangunan  gedung secara keseluruhan. Beton, bata, aspal adalah bahan bangunan berat yang memiliki sifat-sifat termal seperti menyerap, menyimpan dan melepas kalor ke lingkungannya. Sinar matahari sebagai sumber energi di permukaan kota-kota kita justru berdampak pada pemanasan lingkungan perkotaan yang dikenal dengan fenomena urban heat island (UHI). Upaya-upaya pendinginan ruang hidup dilakukan dalam skala kecil, pada ruang-ruang kerja di mana kenyamanan termal sangat dibutuhkan. Upaya penyejukan tersebut menghabiskan banyak energi listrik dan membuang limbah kalor ke lingkungannya. Pada kondisi ini, disadari bahwa arah perkembangan teknologi kita sudah salah dan tidak berselaras dengan lingkungan alaminya.

Alam adalah induk pengetahuan. Belajar dari kerusakan lingkungan yang terjadi, kita membutuhkan teknologi baru untuk mengkondisikan termal ruang dalam skala bangunan hingga kawasan perkotaan. Dibutuhkan teknologi material dan komponen bangunan baru seperti material berubah fasa atau phase change material (PCM) yang dapat menyerap dan menyimpan kalor pada siang hari untuk menggantikan penyejuk udara ruang. Kolaborasi lintas disiplin dengan fisika material termal, teknik kimia, dan teknik industri sangat dibutuhkan untuk pengembangan teknologi tersebut. Material selubung bangunan berperan ganda untuk menyaring gelombang elektromagnetik yang masuk ke dalam bangunan dan yang lepas ke ruang luar. Energi termal yang tertahan pada selubung akan terlepas ke lingkungan kawasannya menimbulkan masalah baru yaitu pemanasan lingkungan. Gerakan green building atau bangunan gedung hijau yang berorientasi ke ruang dalam bangunan saja, tidaklah cukup. Bangunan gedung hijau juga harus berorientasi pada ruang luar dan pengendalian dampak lingkungan untuk menjamin keberlanjutan lingkungan binaan.

Berbagai teknologi selubung bangunan pintar dengan konsep penyerapan pemantulan, pemanfaatan, pembuangan, pengubahan/konversi menunjukkan efektivitas yang berbeda-beda. Berbagai pendekatan pasif dan aktif patut diupayakan melibatkan smart material dalam aplikasi energy harvesting, baterai termal, active façade masih merupakan tantangan dan agenda penelitian besar saat ini. Semakin cepat kita menyelesaikannya semakin besar peluang untuk  memimpin kemajuan teknologi komponen bangunan yang berkelanjutan di dunia. Dalam visi ekonomi dan industri, riset pada teknologi komponen bangunan ini membutuhkan kolaborasi lintas disiplin bagi kita semua.

UkuranB5
Halaman79
CoverDoff
Detail

Untuk akses e-book kunjungi link berikut:

Untuk pemesanan hubungi nomor:

  • (022) 2512532 (FGB ITB)
  • +62-877-8806-6848 (WhatsApp ITBPress)
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *