Orasi ilmiah Guru Besar Institut Teknologi Bandung: i-Proses sebagai Transformer dalam Teknologi Kimia

Penulis: Profesor Yogi Wibisono Budhi
Penerbit: ITB Press
ISBN: (Proses)

Sinopsis

Intensifikasi proses (i-proses) merupakan salah satu kaidah baru dalam pengembangan proses atau metode proses yang mentransformasikan paradigma konvensional menjadi paradigma modern yang bersifat kreatif dan inovatif, dan jika dibandingkan dengan proses konvensional akan membawa perubahan secara radikal dan perbaikan yang sangat substansial. Terjadinya pergeseran paradigma (paradigm shift) dalam merancang dan mengembangkan proses ini mengubah pola lama menjadi pola baru yang harus mampu meningkatkan kinerja proses secara berarti. Transformasi dalam pengembangan proses ini membuka terobosan baru dengan karakteristik smaller, cheaper, safer, dan slicker. Sejumlah keutamaan dalam intensifikasi proses yang dapat diidentifikasi adalah reduksi ukuran peralatan hingga ribuan kali, proses lebih mudah dan aman, reduksi kebutuhan energi, memanipulasi selektivitas untuk mencapai distribusi produk yang diinginkan, waktu mencapai tahap komersial lebih singkat, produktivitas tinggi, dan citra yang lebih baik. Pola aliran searah dalam reaktor unggun tetap dikembangkan menjadi pola aliran bolak-balik (reverse flow operation), pendekatan scale-up untuk mencapai kapasitas komersial dikembangkan menjadi numbering-up atau scale-out, rancangan pada skala besar dikembangkan menjadi skala microscale atau bahkan nanoscale. Pengembangan berbagai rancangan peralatan dan metode baru tersebut mampu mempercepat proses-proses perpindahan massa dan panas sehingga limitasi proses selanjutnya hanya ditentukan oleh kinetikanya. Re-engineering dalam intensifikasi proses ini merupkan transformer dalam menyederhanakan mekanisme proses dan mencapai kinerja yang unggul.

Dalam perkembangannya sejak zaman Renaisance, intensifikasi proses telah dipahami dalam konteks yang lebih luas yang mencakup sustainable technology development dan green engineering. Dalam struktur intensifikasi proses, pilar-pilar yang menopang ilmu intensifikasi proses bahkan telah berkembang dari 2 pilar utama berupa pengembangan peralatan proses dan metode proses, menjadi 3 pilar utama dengan tambahan pengembangan material maju. Ketiga pilar tersebut dapat diterapkan baik secara tunggal maupun kombinasi 2 atau bahkan 3 pilar guna mencapai kinerja proses yang unggul.

Di dalam naskah ini, berbagai hasil penelitian yang mengusung tema intensifikasi proses disajikan. Reverse flow reactor (RFR) telah dikaji untuk mengolah tar, emisi gas metana, emisi uap bensin, oksidasi VOC, dan oksidasi amoniak. Dynamic catalytic converter dikembangkan untuk menurunkan light-off temperatur dan waktu pemanasan yang lebih cepat selama start-up, teknologi pemisahan hidrogen dari campuran gas hasil reformasi menggunakan membran berbasis Pd dengan paduan Ag yang dioperasikan secara dinamik, pengembangan nanobubble-nanocatalyst-nanosupport (Nano^3) dalam fotokatalitik CO2 menjadi solar fuel (metana, metanol, asam format dll.), nanokatalis Ni dengan penyangga MCM-41 atau penyangga berbasis serium dan zirconium untuk dry reforming of methane (kasus gas alam Natuna), dan proses hidrolisis minyak nabati secara enzimatis menggunakan lipase/CNCs untuk menghasilkan asam lemak sebagai prekursor green diesel.

Berbagai aplikasi intensifikasi proses masih sangat terbuka untuk dikembangkan di berbagai bidang dalam teknologi proses guna mengolah sumber daya alam yang terkandung dalam bumi Indonesia secara kreatif, inovatif, dan kompetitif. Karenanya, teknologi yang dikembangkan yang mentransformasikan paradigma konvensional menjadi paradigma modern ini diharapkan mampu berdiri kokoh dan tidak akan padam.

Purwarupa
Ukuran176 x 250mm
Halaman92
CoverDoff
Detail

Untuk pemesanan hubungi nomor: (022) 2512532

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *